Kamis 16 Januari 2014
Bisphenol A

Bisphenol A atau lebih dikenal dengan BPA adalah zat kimia yang dipakai untuk membuat plastik (Polycarbonate). Zat ini juga ditemukan dalam lapisan kaleng makanan dan minuman. Paparan BPA bisa mengganggu sistem hormonal. [1]

BPA ditemukan dalam makanan kaleng dan berwadah plastik. Biasanya orang terkespos BPA melalui pola makan. BPA bisa bercampur pada makanan dan minuman, saat wadah tersebut dipanaskan.

Bisphenol A

Menurut National Institute of Environmental Health Sciences, BPA merupakan pengganggu endokrin dan berperan penting dalam mengganggu keseimbangan hormon, hingga menyebabkan kanker payudara dan prostat. BPA juga berperan dalam jumlah sperma yang rendah, masalah tingkah laku, obesitas, diabetes tipe 2, dan daya tahan tubuh yang lemah.

Menurut toksikologis Patricia Rosen, BPA menimbulkan ancaman kecil dalam jumlah sedikit. Namun paparan yang terus menerus akan meningkatkan faktor risiko. Sebagai pencegahan, Rosen menyarankan untuk membatasi konsumsi makanan kalengan dan tidak memanaskan hidangan dalam wadah plastik. [2]

Menurut Sun C.L dari Departement of Chemistry, Faculty of Science, National University of Singapore, BPA termasuk dalam kelompok bahan kimia yang dikenal sebagai endokrin pengganggu yang menghalangi aktivitas hormon natural dalam tubuh, terutama estrogen. Padahal, hormon dibutuhkan pada hampir setiap proses biologis seperti fungsi imunitas, reproduksi, dosis yang kecil sekali pun dari endokrin pengganggu dapat membahayakan. [4]

Pada laki-laki terdapat korelasi antara BPA dengan penurunan produksi sperma, penambahan berat prostat, dan kanker testis pada laki-laki. Sementara pada perempuan, BPA berpotensi mengakibatkan ketidaknormalan perkembangan endometrium yang dapat menyebabkan infertilitas serta meningkatkan risiko terkena kanker payudara. [4]

Pada anak-anak, terutama bayi yang masih dalam kandungan dan bayi yang baru lahir, memiliki risiko yang paling besar terhadap bahan kimia tersebut. Hal ini disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat berdampak selama periode emas pertumbuhan anak, meskipun akibatnya tidak langsung tampak. [4]

Bahan Polycarbonate yang mengandung BPA hanya akan berbahaya apabila:

  1. Dipanaskan pada suhu ekstrim ( di atas 120 derajat Celcius)
  2. Kadar BPA yang terkandung melebihi 0.03 mikrogram/ml (30 ppb), seperti yang ditetapkan oleh standar internasional EN14350 dan oleh pihak Departemen Kesehatan RI [3]

Berikut 5 tip yang disarankan Food and Drug Administration untuk membatasi paparan BPA:

1. Perhatikan kode daur ulang

Di setiap produk plastik terdapat kode daur ulang yang disebut juga dengan kode identifikasi resin. Hindari wadah plastik yang memiliki kode 3 atau 7 karena umumnya dibuat dengan BPA.

2. Batasi makanan kaleng

Sekitar 200 tahun lalu kaleng dibuat untuk mengawetkan makanan dan mengurangi bobot wadah makanan sehingga lebih mudah dikirimkan ke tentara di tempat jauh. Meski penciptaan kaleng menakjubkan, namun sebenarnya kaleng menyimpan bahaya.

Dalam proses pembuatan kaleng yang disebut migration, BPA dalam lapisan kaleng bisa luntur dan masuk dalam makanan, terutama makanan cair seperti sup atau saus.

3. Pilih wadah nonplastik

Ada banyak alternatif pengganti wadah plastik, misalnya beling, keramik, kayu, perselen, atau stainles. Kebanyakan bahan-bahan tersebut aman jika dipanaskan dan tahan lama. Selain itu, mengganti produk plastik dengan wadah yang lebih tahan lama bisa menghemat biaya dan melindungi lingkungan.

4. Gunakan yang baru

Jangan gunakan botol plastik yang tergores. Jika botol plastik itu dibuat dengan BPA, goresan bisa menyebabkan pelepasan zat kimia ini. Selain itu goresan kecil juga bisa menjadi celah untuk bakteri berkembang biak.

5. Jangan dipanaskan

Jangan memanaskan atau merebus wadah plastik yang mengandung BPA. Zat kimia ini dapat mudah terlepas jika produk plastik terlalu panas. Hindari pula memasukkan wadah plastik polikarbonat ke dalam microwave [1]

Referensi:

  1. [1] 5 Cara Kurangi Paparan BPA, kompas.com, diakses 16 Januari 2014.
  2. [2] Zat Kimia dalam Makanan Ini Perlu Diwaspadai, kompas.com, diakses 16 Januari 2014.
  3. [3] Apa itu Bisphenol-A (BPA)?, pigeon.co.id, diakses 16 Januari 2014.
  4. [4] Bisphenol-A dan Resikonya Untuk Bayi Anda, mambaby-ind.com, diakses 16 Januari 2014.

Artikel ini adalah tahap rintisan


Terkait: