Senin 21 Januari 2013
Mengendalikan Nafsu dan Gengsi

Manusia dan nafsu hal yang tidak bisa dipisahkan, nafsu merupakan bagian dari unsur yang terdapat dalam diri manusia yang memiliki kecenderungan untuk berbuat baik dan berbuat buruk. Namun nafsu ini cenderung lebih untuk menuntun ke arah kejahatan dan keluar dari jalur kebenaran. Nafsu selalu ingin menyesatkan manusia dan memperturutkan sahwatnya.

Mengendalikan Nafsu dan Gengsi

Oleh karena nafsu menjanjikan kenikmatan dan kesengangan, sehingga membuat manusia terlena. Apalagi ditambah dorongan setan yang selalu membisikkan manusia ajakan sesat baik dari telinga maupun dari hati.

Nafsu terdiri 2 macam, nafsu perut dan nafsu sahwat. Kedua nafsu turut mendorong manusia untuk melakukan maksiat, sehingga menimbulkan kecemasan, khawatir,  timbulnya rasa bersalah. Ketika perasaan ini berlangsung lama dalam diri seseorang, maka jiwanya akan terguncang dan tersesat dalam hidupnya.

Misalnya saja, karena keinginan mempunyai sepeda motor keren tetapi tidak mempunyai uang cukup, maka sesorang melakukan kejahatan untuk dapat menebus sepeda motor tersebut seperti mencuri, merampok bahkan tidak segan-segan membunuh korbannya. Bisa juga keinginan memiliki gagdet keren dan harganya mahal, hanya karena gengsi terhadap teman dan mengikuti tren, padahal sebenarnya kondisi keuangan tidak memungkinkan, akhirnya pememerasan orang tua pun dilakukan. Sungguh bejat.

Gengsi memang kerap dijadikan patokan untuk menunjukkan kesombongan diri yang kerap membuat seseorang lupa diri dan cenderung tamak. Kita boleh gengsi tapi dalam prestasi, bukan untuk pamer. Karena pamer itu ajakan setan dan bisa saja menyakiti orang di sekitar karena tersinggung.

Kemampuan seseorang mengontrol nafsu dan gengsi akan membuat seseorang berlaku lurus dan baik, taat beragama dan interaksi sosial yang baik. Jika mampu melakukannnya, akan memberikan kesehatan mental dan jiwa seseorang. Berikut beberapa tips untuk mengendalikan potensi nafsu dan gengsi :

  1. Menjaga kegiatan ibadah berjalan dengan lancar.
  2. Takut dan malu terhadap diri sendiri dan Tuhan jika melakukan tindakan yang melanggar aturan seperti memperturutkan nafsu dan gengsi.
  3. Berpikir jernih dan berpikir panjang sebelum bertindak, pikirkan akibat baik dan buruknya.
  4. Semua perbuatan pasti mendapat balasan, berarti kita harus berhati-hati dalam setiap tindakan.
  5. Menurutkan nafsu dan gengsi hanya menghasilkan nikmat sesaat dan sesat selamanya, jika tidak bertaubat.
  6. Ingat mati bisa terjadi setiap waktu.
  7. Gengsi itu hanya untuk prestasi bukan untuk pamer.

Terkait: